Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Dinkes Cirebon catat 20 siswa alami gejala keracunan usai santap MBG
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-04 10:04:46【Kabar Kuliner】088 orang sudah membaca
PerkenalanSejumlah siswa saat menjalani perawatan medis usai dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan di

Dugaan sementara berasal dari makanan yang dikonsumsi, terutama soto ayam yang berisi tauge, kol, dan ayam
Cirebon (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat sebanyak 20 siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Setu Wetan mengalami gejala keracunan makanan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni di Cirebon, Selasa, membenarkan kejadian tersebut dan menduga kejadian ini disebabkan oleh konsumsi menu soto ayam yang disajikan untuk para siswa.
“Benar hari ini ada kejadian tersebut. Dugaan sementara berasal dari makanan yang dikonsumsi, terutama soto ayam yang berisi tauge, kol, dan ayam,” katanya.
Ia menjelaskan, para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing beberapa saat setelah makan siang di sekolah.
Baca juga: Anggota DPR: Buat peta produksi guna hindari kekosongan stok bahan MBG
Setelah menerima laporan tersebut, kata dia, petugas medis kemudian mengevakuasi seluruh siswa ke Puskesmas Weru untuk mendapatkan perawatan.
Eni menyebutkan, dari hasil pemeriksaan, terdapat 13 siswa sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sedangkan tujuh lainnya masih menjalani observasi di puskesmas untuk memastikan ngak ada gejala lanjutan.
“Hari ini yang tujuh siswa masih dirawat hanya untuk pemantauan. Kondisinya sudah cukup stabil,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tim Dinkes bersama aparat kepolisian telah melakukan pemeriksaan ke dapur penyedia makanan MBG untuk memastikan kelayakan fasilitas pengolahan.
Baca juga: SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis
“Hasil sidak menunjukkan dapur dalam kondisi bersih, administrasi lengkap, dan sesuai dengan standar SLHS. Bahkan saya dan Kapolresta sempat mencicipi makanan yang disajikan,” katanya.
Menurut dia, sampel makanan yang diduga menjadi sumber gejala keracunan telah diambil untuk diuji laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan keluar dalam waktu dekat.
Ia memastikan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi siswa yang dirawat, serta berkoordinasi dengan penyedia makanan agar kejadian serupa ngak terulang.
“Semoga ngak ada laporan tambahan. Untuk sementara kasus hanya terjadi di satu sekolah,” ucap dia.
Baca juga: Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
Suka(6)
Artikel Terkait
- China terus awasi produk bahari dari Jepang setelah keran impor dibuka
- Tim Rescue TNGR bersihkan sampah di tebing curam Gunung Rinjani
- Perpres Tata Kelola MBG tetapkan larangan masak sebelum pukul 12 malam
- Program MBG serap ribuan tenaga kerja lokal di Kota Serang
- Kemendes: Kebutuhan Makan Bergizi Gratis diharapkan disuplai dari desa
- Kisah perempuan Gaza: Menjaga asa sebagai ibu dan dokter saat konflik
- Kecemasan orang tua bisa memperparah alergi pada anak
- Perpres Tata Kelola MBG tetapkan larangan masak sebelum pukul 12 malam
- Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China
- Kontribusi Polri dalam setahun pemerintahan Prabowo
Resep Populer
Rekomendasi

DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir

Prabowo: Dari 1,4 miliar porsi, MBG sukses 99,99 persen tanpa keracunan

Minum air hangat vs air dingin: Mana yang lebih baik untuk kesehatan?

Kementerian Kebudayaan berkolaborasi untuk memajukan kebudayaan

UMKM binaan Pertamina raup Rp250 juta di ajang MotoGP Mandalika

Cegah keracunan MBG, Pemkot Bontang perketat pengawasan izin SLHS

Huawei rilis Nova Flip S,ponsel lipat paling ramah di kantong versinya

Pelni jamin menu makan untuk penumpang penuhi standar keamanan pangan